Panduan/Modul
Koreksi Jurnal Terposting
Salah input jurnal yang sudah diposting? Tenang — bisa diperbaiki. Tapi caranya bukan dengan mengedit langsung, melainkan melalui mekanisme koreksi yang menjaga pembukuan tetap bersih dan bisa diaudit.
Kenapa jurnal terposting tidak bisa diedit?
Bayangkan buku besar sebagai buku tulis yang dibaca banyak orang: pemilik, akuntan, bank, sampai petugas pajak. Kalau isi yang sudah final boleh ditimpa diam-diam, tidak ada lagi yang bisa percaya pada angka di laporan. Karena itu — seperti di semua ERP besar dunia — KUKI mengunci jurnal yang sudah diposting: tidak bisa diedit, tidak bisa dihapus.
Sebagai gantinya, KUKI menyediakan tiga cara perbaikan: dua tombol di halaman detail jurnal (Akuntansi → Jurnal → buka salah satu jurnal), dan satu keluarga aksi di dokumen sumbernya (invoice, tagihan, pembayaran) untuk kasus ketika yang keliru sebenarnya dokumennya, bukan jurnalnya.
Status jurnal
Setiap jurnal memiliki status:
| Status | Arti |
|---|---|
| Draft | Belum masuk buku besar — masih bisa diedit dan belum memengaruhi laporan |
| Terposting | Sudah masuk buku besar dan muncul di semua laporan |
| Dinihilkan | Jurnal terposting yang sudah dikoreksi — efeknya sudah dibatalkan oleh jurnal koreksi |
Tiga cara memperbaiki
1. Buat Jurnal Koreksi (untuk semua jurnal terposting)
Ini cara yang paling aman dan bisa dipakai untuk semua jurnal terposting — baik jurnal manual maupun jurnal otomatis dari transaksi (penjualan, pembelian, POS, dll).
Cara kerjanya: sistem membuat jurnal baru yang membalik jurnal keliru (debit menjadi kredit dan sebaliknya). Jurnal asli tetap ada tetapi ditandai Dinihilkan dan ditautkan ke jurnal koreksinya. Hasil akhirnya: efek jurnal keliru hilang dari laporan, dan riwayatnya tetap utuh.
Langkahnya:
- Buka jurnal yang keliru di Akuntansi → Jurnal.
- Klik Buat Jurnal Koreksi.
- Isi alasan koreksi bila diminta (opsional, tapi disarankan — memudahkan audit).
- Selesai. Jurnal koreksi langsung terposting; jurnal asli berubah jadi Dinihilkan.
Setelah dikoreksi, cek kembali laporan (Neraca/Laba Rugi) untuk memastikan angkanya sudah benar. Bila hasilnya masih keliru, buat jurnal penyesuaian baru — jurnal koreksi yang sudah terbentuk tidak bisa dikoreksi lagi.
2. Buka Draft (khusus jurnal manual)
Jika yang keliru adalah jurnal input manual (yang dibuat langsung dari halaman Jurnal, bukan dari transaksi), Anda bisa memakai jalur yang lebih cepat: kembalikan jurnal ke status draft, perbaiki, lalu posting ulang dengan nomor yang sama.
Langkahnya:
- Buka jurnal manual yang keliru.
- Klik Buka Draft — status berubah menjadi Draft.
- Klik Edit, perbaiki baris/angka/tanggal, lalu simpan.
- Klik Posting agar jurnal kembali masuk buku besar.
Syarat jalur ini:
- Hanya untuk jurnal manual (jurnal otomatis dari transaksi harus lewat jurnal koreksi).
- Jurnal belum pernah dikoreksi.
- Tanggal jurnal tidak boleh dipindah lintas periode yang sudah ditutup.
3. Batalkan dokumen sumbernya (khusus dokumen bisnis)
Bila yang keliru bukan jurnalnya, melainkan dokumen yang menimbulkannya — invoice yang salah pelanggan, pembayaran yang salah jumlah, atau tagihan vendor yang salah isi — cara paling bersih adalah membatalkan dokumen itu. Sistem otomatis membalik semua jurnal yang timbul darinya, sehingga laporan kembali benar tanpa perlu jurnal koreksi manual.
| Aksi | Di mana | Efeknya |
|---|---|---|
| Batalkan Invoice | Detail pesanan penjualan | Jurnal invoice (piutang, pendapatan, PPN, dan harga pokok) dibalik; pembayaran yang tercatat ikut dibatalkan; pesanan kembali berstatus Dikonfirmasi dan invoice-nya bisa dibuat ulang |
| Batalkan Pembayaran | Detail invoice penjualan atau detail tagihan vendor — pada baris riwayat pembayarannya | Jurnal pembayaran dibalik; status tagihan/invoice pulih sesuai sisa yang belum dibayar; pembayaran bisa dicatat ulang dengan benar |
| Buka Draft (Unpost) | Detail tagihan vendor | Pembayaran yang tercatat ikut dibatalkan; jurnal hutang dibalik; tagihan kembali menjadi draf — edit isinya, lalu posting ulang dengan nomor yang sama |
Stok tidak diubah oleh pembatalan invoice — barang tetap tercatat keluar sesuai pesanannya, karena pembatalan ini mengoreksi angka penagihan, bukan pengembalian barang. Bila barang fisiknya benar-benar kembali, catat Retur Penjualan (yang juga otomatis membalik PPN untuk invoice ber-PPN).
Catatan penting lainnya:
- Invoice transaksi kasir (POS) tidak dibatalkan dari halaman pesanan — gunakan retur/refund di POS.
- Invoice yang sudah memiliki retur penjualan tidak bisa dibatalkan (retur memang sudah mengoreksi angkanya). Dengan alasan yang sama, tagihan vendor yang sudah memiliki retur pembelian tidak bisa dibuka draft-nya.
- Bila periode akuntansi sudah dikunci (Akuntansi → Periode), koreksi yang menyentuh tanggal di bulan terkunci akan ditolak sampai periode tersebut dibuka kembali oleh Owner/Admin.
Pilih yang mana?
| Situasi | Pakai |
|---|---|
| Invoice penjualan salah (pelanggan, harga, atau jumlah) | Batalkan Invoice di detail pesanan, lalu buat invoice ulang |
| Pembayaran salah dicatat (dari pelanggan maupun ke supplier) | Batalkan Pembayaran tersebut, lalu catat ulang |
| Tagihan vendor salah isi | Buka Draft (Unpost) di detail tagihan, edit, lalu posting ulang |
| Jurnal otomatis lainnya (stok, produksi, opname, dll) | Buat Jurnal Koreksi |
| Jurnal manual, ingin cepat edit & posting ulang | Buka Draft |
| Jurnal manual tapi sudah terlanjur dikoreksi | Buat Jurnal Koreksi (buat penyesuaian baru) |
| Ragu | Buat Jurnal Koreksi — selalu aman |
Jejak audit
Semua koreksi tercatat di Audit Log: siapa yang mengoreksi, kapan, dan alasannya. Di daftar jurnal, jurnal yang sudah dibalik berstatus Dinihilkan, sedangkan jurnal baliknya tetap Terposting dengan alasan koreksinya — di detail jurnal juga terlihat tautan ke jurnal koreksinya (dan sebaliknya), sehingga auditor bisa menelusuri riwayat lengkapnya. Rekap jumlah koreksi per bulan bisa dilihat di Akuntansi → Periode.
Tips
- Lebih teliti sebelum memposting jurnal manual — koreksi selalu meninggalkan jejak (dan itu memang seharusnya).
- Gunakan kolom alasan koreksi dengan jelas, misalnya "salah akun beban, seharusnya 6-1200".
- Baca juga Panduan Akuntansi untuk memahami jurnal otomatis dan laporan keuangan.